Menilik Pandangan Obama Terhadap Indonesia

Barack Hussein Obama terpilih kembali untuk kedua kalinya sebagai Presiden Amerika Serikat, negara adikuasa yang masih terkuat di dunia. Sebuah prestasi yang mencenggangkan, mengingat dia adalah presiden kulit hitam pertama semenjak negara itu merdeka pada tahun 1776. Tidak ada yang menyangka jika seorang anak pernah dibesarkan di Indonesia itu akan menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat, bahkan bisa dikatakan bahwa ia adalah orang nomor satu di dunia saat ini.

Poster Kampanye Obama

Harapan Indonesia besar kepada sosok Presiden flamboyan ini. Hubungan keterikatan masa lalu, yang walaupun pendek, menjadi sebuah pemicu rasa positif atas terpilihnya kembali sang presiden. Masyarakat Indonesia berharap akan semakin eratnya hubungan kedua bangsa, sehingga ke depan Indonesia dapat mengambil sisi positif dari arus investasi modal yang datang dari negeri Paman Sam. Namun apakah benar jika terpilihnya kembali Barack Hussein Obama menjadi sebuah momentum yang baik bagi Indonesia? Dan sebenarnya bagaimana sikap Obama sendiri terhadap Indonesia?

Masa kecil Obama di Indonesia tidak bisa dikatakan lama. Ia hanya berada di Jakarta kurang lebih selama 4 tahun (dari umur 6 hingga 10 tahun). Bukan sebuah waktu yang lama dan juga berlangsung bukan pada masa keemasan kehidupannya. Di Indonesia, kehidupan Obama relatif berjalan biasa saja. Dia sempat bersekolah di SD Fransiskus Asisi di Tebet selama 3 tahun, meskipun Ayahnya, Loro Sentor adalah seorang penganut muslim. Ia kemudian pindah ke SD 1 Menteng jakarta pusat dan bersekolah di sana sekitar 1 tahun lebih sedikit. Di sekolah, ia dikenal dengan Barry Obama, seorang anak yang mempunyai tinggi sedikit di atas rata-rata daripada anak seusianya.

Keterikatan masa kecil Obama dengan Indonesia barangkali tidaklah sebesar yang dipikirkan sebelumnya. Namun bukan berarti keterikatan batin itu tidak ada sama sekali. Seorang yang pernah tinggal di suatu tempat tertentu, dan di tempat itu ia sama sekali tidak diperlakukan buruk, maka ia akan mempunyai sebuah keterikatan tersendiri dengan tempat yang pernah ia tinggali. Yang menjadi masalah hanyalah besar dan kecilnya keterikatan seseorang terhadap tempat yang pernah ia tinggali.

Keuntungan terpilihnya Obama bagi Indonesia barangkali lebih kepada track record dia sebagai orang yang pernah tinggal di Indonesia daripada kebijaksanaan di sendiri sebagai seorang presiden. Orang akan bertanya “Hey apa itu Indonesia, sang presiden pernah tinggal di sana?” atau “Indonesia? Negara di mana itu?” Dan dari sanalah mereka menjadi sedikit demi sedikit tahu bahwa negara ini ada dan sangat berpotensi dalam hal perekonomian.

Keuntungan-keuntungan tidak terduga seperti itulah yang membuat Indonesia menjadi di sadari di mata dunia. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa dalam waktu beberapa tahun ini, kekuatan negara ini muncul. berkembang dan terus tumbuh perlahan-lahan. Memang banyak sekali faktor yang mempengaruhi kebangkitan raksasa tidur ini. Namun, satu diantaranya adalah berkat masa lalu Sang Presiden USA, yang secara tidak sengaja pernah menjalani hidup di negara yang kala itu barangkali bukan apa-apa.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s