Journey to Quantum Physics

Dunia fisika seolah terbagi menjadi dua bagian besar. Satu sisi adalah dunia fisika makro yang bisa kita amati sehari hari (dari mulai partikel hingga pergerakan galaksi) dan yang kedua adalah dunia micro partikel di bawah atom atau yang sering disebut sebagai dunia quantum. Segala hal yang ada di dunia macro dapat dijelaskan secara terperinci asalkan ada data yang cukup. Beberapa diantaranya (sebagaian besar) bahkan telah di rumuskan secara cukup memuaskan dari mulai perhitungan Newton hingga E=mc2 milik Einstein. Namun dunia quantum seakan mempunyai ciri mereka tersendiri, dunia tersebut seperti benar-benar terpisah dengan fisika makro.

Quantum vs physic

Sampai sekarang, penelitian untuk menguak rahasia di balik dunia Quantum masih dilakukan secara intensif. Ratusan makalah dihasilkan setiap tahunnya dengan tema tulisan ini. Namun, kita masih belum mengetahui mengapa dunia quantum benar-benar berbeda dengan dunia fisik makro yang kita ketahui. Kita tidak akan pernah bisa memahami, mangapa ada dua buah benda yang sama di dua buah tempat berbeda di dalam waktu yang relatif sama. Namun, hal tersebut terjadi di dunia quantum. Segala hal di dunia quantum seakan terhubung, material seakan tidak terpaut oleh waktu dan tempat. Berbeda sekali dengan dunia fisika makro yang seoalah-olah begitu tergantung pada space and time.

Einstein mengutarakan bahwa space dan time bukanlah dua buah entitas yang berbeda. Mereka terikat satu sama lain dan membentuk dimensi yang kita kenal sebagai ruang gerak hidup kita. Setiap saat dan setiap waktu, kita berada di dalam ruang dan waktu, tanpa kita sadari, dan tanpa kita mampu untuk keluar darinya. Namun, jauh di dalam diri kita, jauh di dalam setiap benda yang kita lihat, sesuatu berpindah, sesuatu mampu keluar dari ruang dan waktu. Dan sesuatu itulah yang membentuk tubuh kita, membentuk meja kursi di ruangan kita, membentuk segala sesuatu yang pernah kita lihat di dalam kehidupan kita.

Begitu membinggungkan ketika kita berpikir bahwa dalam level quantum, apapun mampu berpindah atau justru apapun mampu berada di beberapa tempat sekaligus dalam waktu yang berbeda. Awalnya, para ilmuwan sendiri menyatakan bahwa teori ini adalah sebuah psudoscience, khayalan yang tidak dapat dibuktikan pertanggungjawabannya. Namun, seluruh bukti dan kalkulasi menyatakan hal sebaliknya. Di dunia quantum, segala hal tidaklah terikat ruang dan waktu, segala hal mampu berada di beberapa tempat sekaligus dan dalam beberapa waktu sekaligus.

Ada pepatah mengatakan bahwa, “meskipun jarak dan waktu memisahkan kita, namun kita tetaplah satu.” Sebuah kata-kata yang cukup romantis. Namun itu dahulu, sekarang, kata-kata itu menggandung lebih banyak artian sains daripada sebelumnya. Meskipun kita terpisah jarak ratusan atau bahkan ribuan kilometer, partikel-partikel di tubuh kita barangkali terkoneksi. Barangkali juga partikel-partikel diantara kita saling mempengaruhi satu sama lain, atau bahkan partikel kita juga terkoneksi dengan benda-benda mati. Memang agak sulit untuk mencerna hal tersebut. Bahkan ilmuwanpun akan merasa harus berpikir dua kali sebelum ia benar-benar mengatakan bahwa semua di alam semesta ini terkoneksi satu sama lain. Dan bukan hanya itu, masa kini, masa lalu, atau masa depanpun saling terkoneksi satu sama lain.

Ilmuwan menyebut gejala keterkaitan partikel-partikel itu sebagai String Theory. String Theory adalah sebuah pemikiran yang menyatakan bahwa sebenarnya partikel itu tidak lebih dari string (senar) yang bergetar di antara dimensi. Maksudnya adalah, barangkali titik partikel yang kita ketahui, sebenarnya membentang dari satu dimensi ke dimensi yang lain, dia bergetar atau vibrate menyebabkan ia bisa berada di beberapa tempat dan waktu sekaligus.

String Theory memang aneh dan sulit dipahami. Dan sampai detik ini, tidak ada bukti secara nyata yang dapat digunakan untuk mendukung teori ini. Namun meskipun tidak ada bukti yang cukup kuat, beberapa kalkulasi menyatakan bahwa kecil kemungkinan teori ini salah. Teori ini menyatakan bahwa dimensi itu tidak hanya ada 4 (tiga dimensi ruang dan satu dimensi waktu), melainkan ada 11 buah dimensi. Satu dimensi dengan dimensi lain mempunyai keterikatan satu sama lain. Sehingga dapat dikatakan bahwa satu tempat dengan tempat yang lain mempunyai keterikatan dan satu waktu dengan waktu yang lain tak dapat dipisahkan. Dalam skala makro, kita dapat melihat bahwa satu kejadian akan berpengaruh pada kejadian di masa mendatang. Hal ini bukanlah bukti bahwa di dalam dunia Quantum, semua itu saling terkait. Namun setidaknya ktia dapat mengambil konotasi darinya.

About these ads

4 thoughts on “Journey to Quantum Physics

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s