Kehidupan di Dalam Kehidupan

Kehidupan adalah sebuah jalan, yang panjang tak ternyana. Rerumputan dan batuan kerikil meliputinya, layaknya desir pasir yang terbawa angin. Genangan air tersirat-sirat, berisi comberan yang dangkal dan liat. Dan ufuk yang jauh, di ujung tenggelamnya matahari yang begitu terdiam. Serak-serak derap kaki melangkah, menyisiri lembahan gundukan bukit yang beralur-alur. Dan di dalam sebuah kesunyian akan terdengar nyanyian-nyanyian parau tentang manusia yang berjalan pelan menuju asa.

Balancing Life Mandart

Lembah dangkal pemikiran manusia adalah sebuah jurang yang dalam bagi yang lain. Sebuah dasar yang tidak pernah terlihat, hilang dalam gelapnya bayang-bayang yang sunyi seperti malam. Terkadang kita menjadi tersesat dalam pemikiran sendiri, mencari apa yang sebenarnya tidak perlu kita cari atau justru mencari apa yang sebenarnya telah ada di hadapan mata. Sebuah pencarian yang sia-sia, sebuah keinginan untuk kehidupan yang jauh lebih panjang dalam harapan dan keinginan yang kosong.

Kepincangan di dalam memaknai hidup akan menyebabkan kita kehilangan sebuah entitas kebahagiaan dari hidup. Seberapa penting kebahagiaan yang menaungi hidup kita dan seberapa besar kebahagiaan itu mempengaruhi perjaalanan nyawa seseorang? Terkadang justru kebahagiaan itulah hidup yang sebenarnya, karena tanpanya, adalah sebuah semu rasa yang ada. Bukan berarti kebahagiaan adalah segalanya, ia hanya sebuah fase, hanya sebuah fraksi kecil kehidupan yang sebenarnya begitu luas membentang. Namun justru di fraksi itulah manusia menjadi manusia dan ia hidup di dalam kehidupan itu sendiri.

8 Fakta Unik Seputar Adolf Hitler

Mendengar nama Hitler, sebagian besar orang pastilah mengatakan bahwa dia adalah seorang diktaktor kejam dan berdarah dingin. Hanya itu? Ia telah menjadi sebuah simbol tentang kekejaman dan rasa intoleransi terdalam manusia. Ia juga menjadi semacam sejarah yang begitu kelam untuk diingat, bahkan oleh bangsanya sendiri.

Adolf Hitler

Sebenarnya banyak sekali sisi kehidupan Hitler yang menarik untuk dibahas. Berbagai pemikiran dan kemampuannya dalam memimpin serta mengendalikan masa tidak ia peroleh begitu saja. Ia telah banyak sekali makan asam garam kehidupan hingga membuat Hitler menjadi seperti apa yang kita kenal sekarang ini. mari kita bahas fakta-fakta unik seputar Adolf Hitler.

1. Hitler Berasal dari Austria

Hitler bukan berasal dari Jerman, ia lahir di Brunau am Inn Austria pada 20 April 1889. Kota tersebut memang terletak berdekatan sekali dengan Jerman, namun Hitler belum pernah menginjakan kakinya di negeri itu hingga ia tumbuh dewasa. Hitler malah menghabiskan masa remajanya di Wina, Ibukota Austria, mencoba memasuki akademi seni dan arsitektur di sana, menjadi pelukis dan beberapa hal lain. Kesadaran politiknya juga terpupuk di sana.

Hitler memang tidak berasal dari Jerman, namun bangsa Jerman dan Austria merupakan satu bangsa (Dapat diibaratkan dengan Indonesia dan Malaysia yang merupakan satu suku bangsa – Melayu). Itu sebabnya pada tahun 1938, Hitler meng-anex-sasi Austria tanpa perlawanan sedikitpun. Dalam sejarah, itu pertama kali dan terakhir kalinya Jerman-Austria menjadi sebuah negara yang bergabung secara politik, administrasi maupun kelembagaan.

Keinginan untuk mempersatukan seluruh bangsa Jerman menjadi cita-cita utamanya selama ia menjabat sebagai “Fuhrer”. Tujuan utamanya adalah menggabungkan Austria, Saar Land di Perancis timur, Sudentend Land di Cheko, Kota Danzig di Utara Polandia dan Memel di Lituania. Namun obsesinya menggabungkan seluruh rumah tanah air Jerman “Lebensraum” terlalu menggebu-gebu dan menemui banyak kegagalan.

2. Hitler Mempunyai Cita-Cita Menjadi Pelukis

Hitler pada masa remaja bukanlah seorang yang mempunyai ambisi di bidang politik, ia mempunyai kehidupan “nyentrik” dan lebih termotivasi kepada dunia seni. Ia menyukai sekali interior, teater dan terutama sekali seni lukis. Hitler bahkan menghasilkan beberapa lukisan selama masa mudanya dan mempunyai harapan kelak ia menjadi seorang seniman yang sukses. Akan tetapi, ia tidak terlalu berhasil dalam menjual lukisan hasil karyanya.

Continue reading

Palestina dan Israel – Perjuangan Tiada Akhir

Kembalinya putra Israel ke tanah Kanaan telah banyak disebut di dalam kitab-kitab kuno, bukan hanya di dalam kitab-kitab Yahudi, namun juga di dalam kitab Nasrani dan Muslim. Sebuah tanah yang bagi mereka adalah tanah yang dijanjikan, tanah yang diimpikan, tanah harapan bagi seluruh yahudi diaspora yang telah lama menantikan sebuah tanah air. Mereka yang telah disiksa, dibunuh, disia-siakan di tanah-tanah milik orang lain. Yang diantara mereka tidak lagi mempunyai harga diri, karena mereka tidak pernah menginjak sebidang tanah yang dapat mereka sebut sabagai tanah air. Sebidang tanah yang telah lama mereka nantikan, namun juga tak kunjung mereka dapatkan.

Perkembangan Wilayah Kanaan Dari Masa ke Masa

Adalah sebuah hak bagi sebuah bangsa untuk mendapatkan tanah air dan adalah sebuah hak pula bagi sebuah bangsa untuk merebut kembali tanah leluhur mereka. Namun yang menjadi masalah adalah bagaimana cara melakukannya? Apakah mereka akan datang sebagai seorang tamu baik-baik pada tanah yang telah berpenghuni atau apakah mereka datang dengan seringai lebar yang penuh dengan nafsu kebengisan yang tak kenal kesopanan?

Sayangnya anak-anak Israel, yang oleh banyak pihak disebut sebagai manusia-manusia pilihan, yang katanya mempunyai banyak keistimewaan, yang baru saja terlunta-lunta oleh pembantaian seorang diktator, datang ke tanah bertuan dengan penuh nafsu menguasai. Sebuah keinginan pembalasan dendam atas apa yang menimpa mereka selama bertahun-tahun di bawah cengkraman swastika. Sebuah keinginan besar untuk merebut tanah yang telah dihuni, secara turun temurun dan mengakar oleh bangsa lain. Hal itu seperti sebuah pengusiran bangsa Indian di kala lalu oleh penguasa kolonial eropa yang tak mempunyai belas kasihan.

Continue reading

Menilik Pandangan Obama Terhadap Indonesia

Barack Hussein Obama terpilih kembali untuk kedua kalinya sebagai Presiden Amerika Serikat, negara adikuasa yang masih terkuat di dunia. Sebuah prestasi yang mencenggangkan, mengingat dia adalah presiden kulit hitam pertama semenjak negara itu merdeka pada tahun 1776. Tidak ada yang menyangka jika seorang anak pernah dibesarkan di Indonesia itu akan menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat, bahkan bisa dikatakan bahwa ia adalah orang nomor satu di dunia saat ini.

Poster Kampanye Obama

Harapan Indonesia besar kepada sosok Presiden flamboyan ini. Hubungan keterikatan masa lalu, yang walaupun pendek, menjadi sebuah pemicu rasa positif atas terpilihnya kembali sang presiden. Masyarakat Indonesia berharap akan semakin eratnya hubungan kedua bangsa, sehingga ke depan Indonesia dapat mengambil sisi positif dari arus investasi modal yang datang dari negeri Paman Sam. Namun apakah benar jika terpilihnya kembali Barack Hussein Obama menjadi sebuah momentum yang baik bagi Indonesia? Dan sebenarnya bagaimana sikap Obama sendiri terhadap Indonesia?

Masa kecil Obama di Indonesia tidak bisa dikatakan lama. Ia hanya berada di Jakarta kurang lebih selama 4 tahun (dari umur 6 hingga 10 tahun). Bukan sebuah waktu yang lama dan juga berlangsung bukan pada masa keemasan kehidupannya. Di Indonesia, kehidupan Obama relatif berjalan biasa saja. Dia sempat bersekolah di SD Fransiskus Asisi di Tebet selama 3 tahun, meskipun Ayahnya, Loro Sentor adalah seorang penganut muslim. Ia kemudian pindah ke SD 1 Menteng jakarta pusat dan bersekolah di sana sekitar 1 tahun lebih sedikit. Di sekolah, ia dikenal dengan Barry Obama, seorang anak yang mempunyai tinggi sedikit di atas rata-rata daripada anak seusianya.

Keterikatan masa kecil Obama dengan Indonesia barangkali tidaklah sebesar yang dipikirkan sebelumnya. Namun bukan berarti keterikatan batin itu tidak ada sama sekali. Seorang yang pernah tinggal di suatu tempat tertentu, dan di tempat itu ia sama sekali tidak diperlakukan buruk, maka ia akan mempunyai sebuah keterikatan tersendiri dengan tempat yang pernah ia tinggali. Yang menjadi masalah hanyalah besar dan kecilnya keterikatan seseorang terhadap tempat yang pernah ia tinggali.

Continue reading

Terkadang Kita Membenci Terkadang Kita Mencintai

Perasaan adalah hal yang sulit untuk dimengerti, bahkan bagi kita yang telah hidup bersamanya hingga usia kita pada detik ini. Perasaan adalah sebuah entitas manusia yang unik, yang membuat manusia mempunyai perbedaan dibandingkan makhluk-makhluk lain di atas bumi ini. Kehidupan manusia, baik yang paling menjemukan sekalipun adalah sebuah entitas yang berbeda. Yang ada, tanpa ada pembanding diantaranya.

Struggle War and Peace oleh Evelyn Kolijn

Kebencian dan cinta adalah dua entitas perasaan manusia yang saling bertentangan, namun keduanya selalu hadir dalam waktu yang hampir bersamaan. Kebencian dan rasa cinta seperti ekspresi manusia yang begitu menyentuh, dalam dan manusiawi. Sebuah gaya yang tak terpisahkan, sebuah keajaiban yang saling melengkapi.

Terkadang, kita bisa mencintai seseorang sekaligus begitu membencinya, dan mengapa itu terjadi? Karena kedua hal itu sekali lagi dan sekali lagi muncul berdampingan dengan cara yang begitu misterius. Kita terkadang tidak tahu mengapa kita mencintai seseorang, begitu juga terkadang kita tidak tahu mengapa kita begitu membenci seseorang. Semua itu berjalan mengalir seperti air yang turun dari pegunungan, yang memangkas rimbunnya dedaunan dan hijaunya hutan.

Cinta memberi manusia rasa tenang, keindahan, dan kehidupan dalam khayalan. Sebuah impian terdalam yang muncul di dalam kehidupan nyata. Sebuah jalan yang di dalamnya penuh dengan kebahagiaan, harapan dan kasih sayang. Kehidupan utopia yang sebelumnya hanya ada di dalam novel-novel atau kitab-kitab suci. Sebaliknya, kebencian memberikan amarah, kegalauan dan kegetiran. Namun bukan berarti rasa benci itu itu tidak berguna. Di adalah pendorong bagi hasrat manusia, membuat manusia dapat berjalan terus-menerus di atas muka bumi dan membuatnya tak terkalahkan. Jadi, mana yang lebih penting, rasa cinta atau rasa benci?

Continue reading

The Art of Life Ala Spongebob Squarpants

Beberapa tahun yang lalu, aku melihat sebuah tayangan di televisi tentang spons kuning yang berjalan-jalan dan bertingkah bodoh di tengah kota. Aku sama sekali belum mengenal tokoh itu dan waktu itu aku berpikir, “wah film konyol apa lagi ini?” Namun justru sejak itulah aku mulai tertarik dengan karakter dan gaya hidup dari tokoh spons berwarna kuning tersebut. Tingkahnya yang aneh dalam menaggapi seluruh permasalahan dalam hidupnya benar-benar lain daripada yang lain. Ya itulah Spongebob Squarpants, sang spons kotak yang selalu dikelilingi Patrick Star (Bintang laut yang tidak kalah bodohnya dengan Spongebob – sahabat dan tetangga spongebob), Squidward (Gurita egois dan congkak – tetangga spongebos), Mr Krabs (Bos Spongebob yang mata duitan) dan Sandy Chick (Sang tupai yang cerdas – hidup di dasar laut untuk melakukan penelitian).

Tokoh Kartun Spongebob Squarepants

Sekilas, Spongebob Squarpants merupakan film konsumsi anak-anak yang bahkan tidak memiliki sifat menonjol dalam sisi edukasi. Untuk hal yang satu itu, sedikit banyak saya membenarkannya. Namun di sisi lain, terdapat beberapa nilai moral yang sangat mendalam. Nilai inilah yang (entah sengaja atau tidak) diberikan oleh pembuat dan pengarang Spongebob untuk kita nikmati bersama. Beberapa nilai tersebut terkait dengan cara pandang dia dalam menghadapi kehidupan. Mungkin cara itu umum kita kenal dan seharusnya sudah ada pada diri kita, namun terkadang kita melupakannya seiring banyaknya hal yang harus kita pikirkan. Beberapa nilai moral tersebut antara lain: menjalani hidup dengan kebahagiaan, tetap bersikap bodoh dan persahabatan.

(1) Hidup dalam kebahagiaan

Spongebob Squarepants adalah tokoh yang biasa saja di dalam film tersebut. Dia hanyalah spons kuning yang bekerja sebagai juru masak di Krusty Krab, sebuah restoran burger kecil milik Mr. Krabs. Ia tidak mempunyai banyak kelebihan selain keahliannya dalam bermain gelembung sabun dan berburu ubur-ubur (ia melakukannya hampir setiap akhir pekan bersama Patrick Star- Sebuah hobi yang sebenarnya tidak berguna). Spongebob juga berkali-kali gagal dalam tes mengemudi untuk mendapatkan sim dan harus mengulang berkali-kali kelas menyetir. Rumahnyapun adalah sebuah rumah berbentuk nanas sederhana dan tidak mempunyai banyak fasilitas mewah selain perpustakaan pribadi (yang entah buku2nya pernah dibaca atau tidak).

Continue reading

Misteri Angka Di Dalam Al Quran Dikutip Dari Islam Qiblati

Seiring berjalannya waktu, banyak sekali fakta-fakta unik yang ditemukan di dalam kitab suci. Fakta-fakta tersebut seperti menyatakan kembali bahwa pemikiran manusia tentang agama yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan adalah sebuah kesalahan yang besar.

Berikut ini saya sedikit menyajikan sebuah artikel unik yang diambil dari Majalah Islam Qiblati. Sebuah majalah yang menyajikan informasi-informasi menarik tentang Islam dan dunianya. Berikut adalah sebuah data yang diambil dari seorang ilmuwan bernama Dr. Tariq Al Swaidan mengenai angka-angka tersembunyi yang beliau temukan di dalam Al Quran. Kutipannya kurang lebih sebagai berukut sebagai berikut.

Sungguh menarik data yang dikemukakan oleh Dr. Tariq Al Swaidan, beliau menemukan sejumlah versi di dalam Al Quran yg menyebutkan satu persoalan yang sama dengan yang lainnya, misalnya laki2 sama denga wanita. Meskipun hal ini dipandang dari tata bahasa, namun fakta yang menakjubkan adalah bahwa kata laki2 dalam al-quran disebutkan sebanyak 24 kali dan wanita juga disebutkan 24 kali. Susunan kata ini tidak hanya benar dalam nilai struktur bahasa, tapi juga menunjukkan kebenaran secara matematik, misal 24=24.

Berdasarkan analisis lebih mendalam dari beberapa versi, bahwa kejadian ini terlihat konsisten pada keseluruhan al-quran. Lihatlah bukti yg menakjubkan dari jumlah kata2 dalam al-quran (versi bhs arab) berikut ini:1. Dunia (kehidupan sekarang) disebutkan 115 kali. Akhirat( kehidupan setelah dunia ini) disebutkan 115 kali.
2. Malaikat 88 kali, syaitan 88 kali.
3. Kehidupan 145 kali, kematian 145 kali.
4. Kebaikan/manfaat 50 kali, jahat 50 kali.
5. Orang2 50 kali, nabi 50 kali.
6. Iblis(raja syaitan) 11 kali, menyelamatkan diri dari iblis 11 kali.
7. Musibah (bencana) 75 kali, syukur 75 kali.
8. Shodaqoh 75 kali, kepuasan 75 kali.
9. Orang2 yg tersesat 17 kali, syuhada 17 kali.
10. Muslimin 41 kali, jihad 41 kali.
11. Emas 8 kali, kehidupan yg mudah 8 kali.
12. Sihir 60 kali, fitnah 60 kali.
13. Zakat 32 kali, barokah 32 kali.
14. Pikiran 39 kali, cahaya 39 kali.
15. Lidah 25 kali, khotbah 25 kali.

Agama vs Sains

Dahulu, saya pernah membaca salah satu buku karangan Dan Brown yang berjudul Angle and Demon. Sebuah karya menarik dan fenomenal yang berkisah tentang pertentangan antara ilmu pengetahuan dan agama. Sebuah pertentangan klasik yang barangkali tidak pernah akan terselesaikan, paling tidak dalam waktu yang dekat. Di sana terdapat sebuah quote yang begitu mengesankan, di sana dikatakan bahwa, ilmu pengetahuan terlalu muda untuk memahami agama. Sebuah pernyataan yang begitu mengena terkait permasalahan keagamaan yang begitu panjang.

Evolusi – Salah Satu Ujung Tombak Pertentangan Agama Dengan Sains

Agama dan ilmu pengetahuan seperti dua buah entitas yang berbeda, setidaknya begitulah yang menjadi konsen bagi sebagian besar ilmuwan sekarang ini. Di dalam agama, penciptaan adalah sebuah konsep sentral, sebuah konsep sakral yang tidak dapat digantikan. Lain halnya dengan ilmu pengetahuan, konsep proses adalah yang menjadi cirinya. Namun, apakah benar seperti itu seharusnya? Atau apakah kita hanya salah pengertian akan berbagai hal?

Ilmu pengetahuan terlalu muda untuk memahami agama.

Agama adalah sebuah pengetahuan yang unik, dan saya sendiri mempunyai keyakinan mendalam bahwa agama juga adalah sebuah ilmu pengetahuan. Agama dan ilmu pengetahuan bukanlah dua buah entitas yang berbeda, bahkan sebaliknya, ilmu pengetahuan adalah agama dan agama adalah ilmu pengetahuan.

Agama telah melewati tahun-tahun panjang di dalam ketidaktahuan dan kegamangan, dan di kala-kala itulah entrepertasi manusia lebih berupa doktrinistik daripada sebuah logika. Saya tidak mengetahui dengan pasti perkembangan agama selain agama yang saya anut, namun di dalam Islam, banyak sekali ayat-ayat yang justru mendorong manusia untuk berpikir dan berpengetahuan. Namun mengapa Islam sekarang ini meredup dan tenggelam dalam indoktrinasi garis keras yang lemah pengetahuan?

Continue reading

Konflik Sunni Syiah, Apa Tidak Ada Penyelesaiannya?

Terkadang saya jenuh ketika hampir di setiap khotbah jumat di berbagai masjid hanya menyerukan tentang permusuhan dan kebencian. Kaum yang dianggap sebagai kafir, musryik dan bahkan saudara-saudara kita sendiri yang berbeda aliran diserukan untuk dimusuhi. Seakan-akan kitalah kaum yang paling benar di atas muka dunia, seakan kitalah kaum yang paling tak punya dosa. Pengkotak-kotakan faham, penggolong-golongan kaum dan sentimen-sentimen yang berkembang diantaranya sungguh merupakan kerusakan fatal yang ada di dalam darah Islam.

Peta Persebaran Sunni dan Syiah di Dunia

Konflik sunni-syiah adalah sebuah luka yang telah ada selama ratusan tahun. Luka yang tidak akan sembuh bahkan hingga waktu lama ke depan. Sebuah perbedaan, sebuah kesalahpahaman dan sebuah kebencian di antara sebuah kaum besar yang dapat kita sebut sebagai saudara. Tudingan demi tudingan diluncurkan dari kedua belah pihak, mengganggap bahwa pihak lain adalah salah, pihak lain menyimpang, pihak lain telah kafir, pihak lain telah salah mengimplementasikan agama.

Ayolah, itu adalah kesalahpahaman atau lebih tepatnya kesalahan interpretasi kaum-kaum di masa lalu. Sebuah hasil ketakutan dan kewaspadaan ketika seorang Nabi besar wafat dan meninggalkan kekuasaan pemerintahan yang kosong. Nabi barangkali ingin sedikit memberikan ujian kepada kita, apakah kita, sebagai kaum masih dapat bersatu setelah beliau wafat. Dan dengan sangat tertunduk malu, aku, atau setidaknya beberapa diantara kita, harus mengatakan bahwa kita telah gagal total!

Nabi barangkali ingin sedikit memberikan ujian kepada kita, apakah kita, sebagai kaum masih dapat bersatu setelah beliau wafat

Tidak seharusnya sebuah umat terpecah belah, bermusuhan dan bahkan saling bunuh-membunuh demi sebuah hegonomi kelompoknya. Sungguh memalukan dan sungguh memilukan. Konflik ini sejatinya adalah sebuah keretakan kecil di masa lalu, dan keretakan itu terus-menerus membuka lebar dari masa ke masa, dari waktu ke waktu sampai sekarang ini, kita bahkan tidak mau tahu ke keadaan sesama kita.

Tidak ada agama di dunia ini yang hanya mempunyai satu aliran, aliran selalu ada dan akan selalu tumbuh, karena itu adalah keindahan pemikiran manusia. Jika manusia justru berhenti berpikir, maka manusia itu sendiri sebenarnya telah mati. Begitu juga dengan agama, jika agama itu sudah berhenti, maka ditakutkan, agama itu sebenarnya telah mati.

Continue reading

Kemajuan Indonesia – Semu atau Nyatakah?

Kemajuan asia dalam beberapa tahun ini benar-benar mencenggangkan. Sebuah ekspansi ekonomi, sosial, budaya yang mendunia, cepat dan efektif. Belum pernah ada perkembangan semacam itu sebelumnya semenjak kemunculan budaya populer barat beberapa dekade yang lalu. Indonesia adalah salah satu negara yang menikmati kemajuan itu. Di tengah hiruk pikuk demokrasi kita yang tanpa arah jelas, negara autopilot ini mampu sedikit demi sedikit menancapkan cengkramannya di seluruh penjuru dunia. Beberapa tahun yang lalu, tidak ada yang kenal negara ini. Namun sekarang, kita dapat berjalan di belahan bumi lain dengan menegakkan kepala.

Salah Satu Pusat Bisnis Indonesia di Jakarta

Kemajuan dan perkembangan yang luar biasa ini didapatkan seakan sebagai sebuah keuntungan tak terduga dan tiba-tiba. Situasi dan kejenuhan dunia barat dan meluasnya sumber daya alam dan manusia di dunia timur mengakibatkan dunia ketiga tersebut menjadi tempat yang diidamkan. Dunia ketiga seperti negara kita, yang dahulu dianggap sebagai negera antah berantah yang tidak penting dan jauh dari perhatian. Sekarang, barangkali untuk pertama kali semenjak perlombaan kolonialisasi lima ratus tahun yang lalu, Indonesia dianggap sebagai sebuah surga. Surga untuk mencari keuntungan dan keberhasilan bagi siapapun yang ingin melipatgandakan kantongnya.

Semenjak kemerdekaannya, Indonesia bukan sekali ini merasakan kemajuan yang signifikan. Baik dalam pemerintah orde lama maupun orde baru, nusantara tercinta ini merasakan sebuah kehidupan yang mencenggangkan, dengan versi mereka masing-masing dan dengan hasil yang berlainan pula.

Dalam pemerintahan demokrasi terpimpin ala Sukarno, Indonesia menjadi sebuah mercusuar pembangunan di selatan Asia. Proyek-proyek raksasa seperti monumen nasional, hotel indonesia dan stadion gelora Bung Karno dibangun secara simultan untuk memberikan impresi kepada dunia luar bahwa Indonesia adalah negara yang kuat, makmur, sejahtera dan tak terkalahkan. Militer juga dibangun sekuat mungkin, hingga negara ini pernah mempunyai angkatan darat, laut dan udara terkuat di belahan bumi selatan. Kuangan negara tersedot ke proyek-proyek menakjubkan itu, hingga rakyat tak terurusi. Hasilnya, kehancuran fondasi ekonomi dan gejolak pasar yang tak tertahankan.

Continue reading