Terkadang Aku Malu Jadi Bangsa Indonesia

Minggu pagi yang cerah, matahari masih belum terangkat tinggi, namun sekumpulan manusia telah berduyun-duyun memenuhi jalanan. Ya, hari minggu di Jakarta merupakan waktu di mana penduduk kota itu dapat melenggangkan kakinya dengan nyaman di jalanan pusat ibukota. Car Free Day yang dilangsungkan di sepanjang jalan Sudirman Thamrin menjadi sebuah alternatif hiburan sekaligus tempat berolah raga bagi penduduk kota ini.

Gelora Bung Karno Car Free Day

Saya dan salah seorang rekan satu perusahaan saya mencoba untuk berolahraga pagi di hari minggu itu. Melewati jalan Sudirman, yang kebetulan tidak jauh dari tempat kos kami tinggal, menuju ke arah selatan yaitu ke senayan. Pukul 06.00 orang-orang mulai ramai berdatangan baik dengan berjalan kaki, lari, maupun dengan menggunakan sepeda. Udara terasa sejuk tanpa polusi, dan awan-awan sedikit menggantung menutupi sinar mentari.

Hanya butuh sekitar sepuluh menit untuk sampai di Stadion Gelora Bung Karno (yang dahulu bernama Stadion Senayan). Di sana, orang-orang sudah banyak yang berlari-lari mengitari stadion seperti orang tawaf, beberapa ada juga yang melakukan kegiatan lain seperti senam kesehatan, taichi, atau badminton. Beberapa mahasiswa di sudut stadion terlihat melakukan kegiatan check kesehatan dengan hanya membayar ‘paling mahal’ lima puluh ribu rupiah.

Continue reading

Menjaga Kesehatan Ternyata Bukan Sekedar Basa-Basi

Kesehatan bukan hanya sebuah kata yang fana. Harga sebuah kesehatan dapat melambung setinggi langit dan menguras habis seluruh isi tabungan yang pernah ada di kantung kita. Apa sebenarnya arti kesehatan? Apakah ia suatu kesenangan, kenikmatan, atau sebuah kenyamanan? Bisa jadi kesehatan berarti semuanya. Bisa saja kesehatan hanyalah sebuah angan yang tak pasti. Namun satu hal yang pasti adalah, setiap manusia ingin hidup lebih lama, itu saja!

men-sana-in-corpore-sano

Nafsu untuk bertahan hidup, ah tidak, saya rasa ungkapan nafsu terlalu berlebihan. Kata ‘insting’ barangkali lebih tepat untuk digunakan. Insting untuk bertahan hidup, insting yang sebenarnya telah lama ada di dalam diri nenek moyang kita, tumbuh dan berkembang menjadi sebuah kebutuhan yang kian nyata. Puluhan tahun yang lalu, barangkali tidak ada yang benar-benar menyadari apa itu kesehatan. Dan kata itupun barangkali sangat jarang untuk diungkapkan. Masa ketika manusia belum menjadi suatu spesies yang tergantung akan alat. Masa di mana jarak puluhan kilometer dapat ditempuh hanya dengan kaki telanjang saja.

Kemajuan teknologi telah mempermudah hidup, namun di sisi lain menjadikan kita manja. Manusia tidak lain hanya sebuah entitas kehidupan yang sangat tergantung akan alat-alat ciptaannya. Memang tidak ada yang salah, seluruh piranti yang kita ciptakan telah membuat hidup kita lebih mudah. Namun di sisi lain, sebagian kinerja kita juga akan terkurangi. Pernah melihat wall-e? Saya rasa tidak ada yang mau jika manusia kelak menjadi sekumpulan babi guling seperti itu.

Continue reading

Manusia Di Bumi (Sebuah Keberuntungan?)

Keberadaan manusia belumlah lama di dunia ini, kita hanyalah spesies baru dibandingkan umur alam semesta yang begitu panjang. Barangkali terlalu naïf jika membandingkan usia spesies kita terhadap alam, bandingkan saja usia kita terhadap spesies-spesies sesama mamalia, maka kita akan mendapati bahwa kita adalah anak ingusan. Kemampuan bertahan manusia masih belum teruji, barangkali juga kita hanya melewati hidup pada masa-masa tenang bumi.

Earth

Apakah itu masa tenang bumi? Apakah masa di mana dunia begitu damai sehingga tidak ada kejahatan yang akan mengusik tidur malam kita? Ah, tentu saja bukan itu, masa tenang dunia (saya mencoba membuat istilah sendiri karena belum menemukan istilah yang cukup untuk menggambarkan) adalah masa di mana dunia (bumi) menjadi tempat yang begitu ramah untuk perkembang biakan makhluk hidup.

Selama beberapa juta tahun terakhir, bumi mengalami masa yang begitu sesuai bagi makhluk hidup untuk berkembang. Bumi mempunyai suhu yang cukup hangat agar air tidak membeku, namun cukup sejuk sehingga air tidak menguap. Atsmosfer bumi mempunyai kandungan okisgen yang cukup bagi makhluk hidup untuk membakar energi. Dan sinar matahari yang cukup pula bagi organisme untuk melakukan fotosintesis.

Continue reading

Keberadaan Manusia Dalam Evolusi Kosmik

Mengapa bumi dipenuhi dengan manusia? Kita hanyalah satu dari sekian banyak spesies yang beruntung dapat terus hidup di tengah keganasan alam yang terus menyiksa. Keberhasilan kita sejauh ini tidak diketahui secara jelas, apakah buah dari kecemerlangan otak atau sekedar peruntungan saja. Barangkali juga alam itu sendiri yang terlalu iba, sehingga membiarkan suatu waktu yang cukup bagi kita untuk berkembang. Dari seluruh penjelasan di buku-buku ilmiah, selalu saja muncul pertanyaan, siapakah kita sebenarnya?

Planet

Ilmuwan berkata, kita adalah hasil evolusi yang panjang. Dan ketika kita berbicara masalah evolusi, adalah gambaran kera dan spesies manusia yang selalu terbayang di otak kita. Kemudian kita mulai membayangkan tentang dinosaurus yang telah musnah, atau hewan-hewan prehistoris lainnya. Namun sekarang, gambaran tentang evolusi mulai berubah. Bukan perihal masalah biologis saja, namun perihal kosmik secara keseluruhan. Darimana entitas biologi berasal? Apakah ia dapat tercipta dari sebuah material non hidup, dan pertanyaan yang lebih daripada itu, apakah sebenarnya material bilogis dan non biologis itu?

Apa ciri dari materi biologi? Apakah sesuatu yang dapat bergerak? Apakah sesuatu yang dapat berkembang? Apakah sesuatu yang dapat mereproduksi diri? Kosmik ini mempunyai segala ciri dari materi bilogi. Bintang-bintang muncul dan hancur, diikuti kehadiran planet dan tata surya baru. Galaksi satu dengan yang lain tumbuh dan berkembang. Bahkan, alam semesta inipun tumbuh berkembang hingga mencapai sebuah titik yang tidak kita ketahui.

Continue reading

Sebuah Keyakinan dan Kepercayaan

“Manusia adalah makhluk yang butuh untuk beragama, manusia adalah makhluk yang butuh kasih sayang Tuhan.” Begitulah kira-kira ajaran yang selama ini saya dapatkan di bangku sekolah. Seperti sebuah kodrat bahwa manusia sekiranya haruslah memeluk sebuah agama tertentu. Atau bahkan yang lebih jauh daripada itu, manusia terlahir dengan agama.

Religion

Terkadang, aku sendiri masih binggung, apa itu artinya agama? Apakah keyakinan terhadap Tuhan semata sudah dapat disebut sebagai sebuah agama? Atau apakah sesuatu yang jauh lebih besar daripada itu? Apakah seorang yang percaya bahwa matahari adalah Tuhan dapat dikatakan mempunyai agama?

Para Nabi dan Rasul mendapatkan agamanya dengan jalan panjang. Mereka mencari kesana kemari, belajar dari kesalahan dan kemudian menemukan sebuah kepercayaan yang pas dan cocok dengan hatinya. Apakah semua orang perlu melakukan hal yang sama? Apakah sebuah kepercayaan, keyakinan dan agama haruslah dicari sedikit demi sedikit?

Terkadang, tidak ada jalan pintas untuk apapun. Dan jika ada jalan pintas, maka hasilnya hanyalah sementara dan tidak mendalam. Sama seperti ujian yang anda lalui dengan mencontek, bukan dengan mempelajari dan mendalami. Aku rasa, kepercayaan dan keyakinan haruslah dilalui dengan cara yang sama. Seorang atheis bukan berarti ia menolak Tuhan, ia barangkali merasa nyaman dengan kepercayaannya sendiri bahwa memang alam semesta tidak membutuhkan Tuhan.

Continue reading

Bumi itu Bulat Bukanlah Sebuah Gagasan Modern

Kita sekarang percaya bahwa bumi itu bulat, atau pepat telur, atau oval pada kutubnya, atau hal-hal yang tidak jauh dari itu. Di samping itu kita juga percaya bahwa manusia dahulu yakin bahwa bumi itu datar, sebuah jurang begitu dalam ada di ujung samudra, atau sebuah kura-kura menyangga permukaanya. Kita percaya bahwa baru pada sekitar abad ke 15, atau lebih maju lagi dari itu, manusia percaya bahwa bumi tidaklah datar. Ilmu pengetahuan modern yang telah membuktikan dan pendapat manusia dahulu sepenuhnya salah.

Ptolomeus

Ketika membaca bagian awal “A Brief History of Time” karya Stephen Hawking, saya menemukan fakta yang begitu unik. Fakta yang akan merubah jalan pemikiran saya selama bertahun-tahun. Manusia sudah jauh sekali mengenal bahwa bumi itu bulat, bahkan jauh sebelum peralatan navigasi modern dan perbintangan ditemukan.

Pada 340SM Aristoteles, seorang filsuf Yunani, menyatakan di dalam bukunya yang berjudul Peri Ouranou (Mengenai Angkasa) bahwa bumi berbentuk seperti bola, bukan bidang datar. Argumen yang ia kemukakan berdasarkan kepada dua buah fakta. Pertama, gerhana bulan disebabkan oleh bumi yang berada di antara Matahari dan Bulan. Bayangan yang tercetak di bulan berbentuk bola, sehingga pastilah bumi itu sendiri berbentuk bola. Kedua, bangsa Yunani menyadari bahwa Bintang Utara, nampak lebih rendah di angkasa ketika dilihat di daerah selatan daripada di utara.

Continue reading

Pilih Mana – Investasi Emas Harapan Tinggi atau Emas Riil?

Investasi emas bodong banyak sekali merajalela akhir-akhir ini. Sentimen masyarakat yang tergiring oleh opini bahwa emas adalah perangkat investasi yang aman dan tahan inflasi telah menyebabkan mereka dengan mudah tergiur iming-iming yang tidak berdasar. Emas memang sebuah piranti yang begitu menggiurkan, namun bukan berarti emas dapat diperlakukan layaknya investasi lain yang rentan terhadap inflasi.

gold

Dalam beberapa buku yang saya baca, salah satunya adalah Guide to Investing Gold and Silver olleh Michael Moloney, emas disarankan untuk dimiliki secara fisik. Intinya adalah, kita disarankan untuk memiliki emas dalam bentuk riil, bukan dalam bentuk deposit di luar jangkauan kita yang tidak nyata. Emas boleh disimpan oleh pihak ketiga, namun bentuk fisiknya dan riilnya dapat kita akses sedemikian mudah.

Investasi emas dengan cara seperti reksadana dan penanaman modal sangat rentan terhadap sentimen mata uang. Ada kalanya ketika emas nilainya turun, atau lebih tepatnya mata uang menguat sehingga emas seolah-oleh bernilai kurang. Di kala seperti itulah bisnis investasi emas kasat mata akan mengalami kerugian besar. Berbeda ceritanya jika kita mempunyai emas dalam bentuk fisik. Turun dan naiknya investasi akan sepenuhnya berada pada tanggung jawab kita.

Continue reading