Benarkah Alam Semesta Berbentuk Sangkakala?

Beberapa waktu yang lalu, masyarakat dihebohkan dengan fenomena munculnya suara terompet di berbagai tempat. Suara itu datang seolah-olah berasal dari langit dan bunyinya cukup nyaring untuk didengarkan. Para ahli masih berdebat mengenai sumber dari suara itu. Ada yang mengatakan kalau suara terompet itu berasal dari pergerakan angin. Ada pula yang mengatakan kalau suara itu berasal dari dalam perut bumi, terjadi karena pergerakan lempeng tektonik.

Big Bang Evolution

Masyarakat awam mempunyai banyak teori yang mereka hasilkan sendiri. Ada yang menyebutkan suara itu berasal dari UFO, Atlantis, atau berhubungan dengan keagamaan dan keyakinan. Salah satunya adalah pendapat bahwa suara itu berasal dari terompet Israfil. Di dalam Al Quran dan Hadist, disebutkan bahwa di akhir jaman, alam semesta akan hancur dan semua itu ditandai dengan ditiupnya terompet Israfil.

Beberapa orang yang percaya akan teori tersebut menggunggah sebuah bagan yang dibuat oleh NASA. Bagan atau lebih tepatnya infografik itu menampilkan bentuk alam semesta yang awalnya kecil satu titik kemudian membesar sehingga menyerupai tuba atau terompet atau dapat juga dikatakan sangkakala. Jadi, apakah benar NASA sudah menemukan bukti jika terompet Israfil itu benar-benar ada, dan alam semesta memang mempunyai bentuk seperti itu?

Continue reading

Apa Yang Membuat Anda Merasa Hidup?

Setiap hari, anda merasakan kehidupan. Apakah dengan sarapan di pagi hari, bekerja di siang hari, menonton televisi sebelum tidur, dan memimpikan indahnya liburan di Maldives tengah malam. Semua anda jalani di dalam kehidupan anda. Begitu juga dengan tetangga anda, kucing kesayangan anda, tanaman yang anda siram setiap pagi, atau tikus yang memakan kabel televisi anda.

Life

Selama ribuan tahun, manusia mengambil garis batas yang kuat antara kehidupan dan kematian, atau lebih tepatnya benda mati. Makhluk hidup bisa bergerak (atau setidaknya sebagain besar makhluk hidup dapat melakukannya), melakukan pencernaan, dan reproduksi. Manusia percaya bahwa daging itu tidak sama dengan batu. Coba saja pegang, mana ada daging di tubuh anda yang keras seperti batu yang teronggok di jalanan. Kecuali jika anda memang seorang kepala batu.

Akan tetapi waktu membuktikan bahwa batu dan daging mempunyai banyak kesamaan. Batu mempunyai unsur-unsur karbon, sama seperti daging yang dimiliki manusia dan begitu juga dengan seluruh sel yang ada di dalamnya. Karbon, karbon, dan karbon dimana-dimana. Karbon juga terdapat di hewan hingga tumbuhan. Batu bara, minyak, dan tanah juga mempunyai unsur yang sama. Lalu, apakah benar kata Aristoteles, bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati?

Continue reading

Melirik Singapore Yang Bersih, Nyaman, Rapi, Namun… (2)

(Lanjutan dari bagian 1…) Setelah sopir taksi, pelayan restoran, dan pembersih bendara yang kebanyakan adalah orang-orang tua. Satu hal yang mungkin tidak ditemui di Indonesia lainnya adalah, gerai seven eleven yang kecil. Entah kebetulan atau apa, namun saya sama sekali tidak pernah menemui gerai seven eleven yang besar dengan WIFI dan tempat nongkrongnya. Salah satu gerai tersebut tepat berada di samping hotel, sebuah gerai kecil yang bahkan antara tempat makanan dan kasir dibagi jadi dua bagian.

Singapore Skyline Anindita Saktiaji

Pada hari pertama training, butuh waktu lama untuk menemukan Kallang Avenue. Daerah itu bahkan masih kosong di google maps. Dan ketika kami sampaipun, gedung di sana masih nampak baru dan masih sedikit sekali mempunyai tenant. Training berlangsung dengan baik, pengajarnya seorang berkembangsaan Amerika dengan nama Matthew Colona, namanya menggingatkanku dengan nama mobil.

Aku kira training di Singapura mirip dengan traning di Indonesia. Apa yang ada di benaku dan mungkin banyak orang lainnya adalah, makanan melimpah, snack, minuman gratis, dan lain sebagainya. Akan tetapi, kali ini aku harus kecewa karena segala fasilitas itu tidak pernah ada. Jangankan snack di kala break, makan siangpun tidak ada! Kami harus mencari makan sendiri di kantin-kantin gedung.

Rasa makanannya cukup enak, hanya saja saya binggung dengan kebiasaan orang disini. Sebagian besar orang makan tanpa menggunakan minum. Bahkan tidak untuk sekedar teh ataupun air putih. Saya baru sadar ketika melihat struk pembelian makan siang yang ada di tanganku, harga minum untuk segelas teh adalah $ 2.5, atau nyaris 24 ribu rupiah. Cukup mahal untuk ukuran teh hangat yang rasanya biasa-biasa saja. Tidak heran jika orang sana lebih memilih makan sambil tersedak-sedak daripada harus membeli minuman yang tidak setara harganya.

Continue reading

Sebuah Hubungan Manusia dan Alam

Semua tercipta dengan sebuah tujuan tertentu. Bumi tercipta untuk dihuni oleh makhluk hidup dan manusia. Buah-buahan yang tumbuh dengan baik dan manis rasanya berguna untuk dimakan. Air tercipta untuk diminum dan menghilangkan dahaga. Sinar matahari dan planet-planet tercipta untuk menjadi sebuah harmoni di alam. Sebuah alam yang penuh dengan tujuan, sebuah alam yang penuh dengan keteraturan. Benarkah seperti itu?

Rantai makanan adalah sebuah jaringan yang rumit. Manusia membutuhkan hewan dan tumbuhan untuk hidup. Hewan-hewan juga membutuhkan sumber nutrisi untuk memenuhi kebutuhannya. Semua nampak sebagai sebuah siklus yang teratur dan rapi. Karena sama sekali tidak ada energi yang terbuang. Rantai makanan adalah sebuah proses pengolahan energi yang efisien. Yang sama sekali tidak meninggalkan residu karena semua akan diolah untuk dijadikan sumber energi bagi makhluk hidup lain.

Hubungan antar makhluk hidup nampaknya berjalan dengan baik. Namun ketika kita menilik hubungan antara makhluk hidup dengan benda mati, ada sebuah gap yang begitu dalam. Kita membutuhkan bumi untuk hidup, namun bumi tidak membutuhkan kita sama sekali. Ia dapat saja bertahan dengan baik tanpa membutuhkan simbiosis dengan makhluk hidup lainnya.

Jadi apakah benar bahwa bumi tercipta untuk manusia? Apakah alam ini memang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup di dalamnya?

Jika ditilik lebih dalam, makhluk hidup sebenarnya adalah hasil dari proses panjang pertumbuhan dan perkembangan alam. Alam bukanlah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan kita. Kita dan alam ada karena sebuah proses. Dan fakta mengapa kita butuh unsur-unsur alam adalah karena kita bagian dari alam itu sendiri.

Continue reading