Internet Indonesia Yang Mahal

Hampir semua orang pasti setuju dengan kalimat “internet Indonesia yang masih mahal.” Dan di masa-masa seperti libur lebaran seperti ini, orang yang mudik ke daerah pasti juga menyadari bahwa internet di Indonesia bukan saja mahal, tetapi juga sulit dijangkau. Gap antara perkotaan dan desa sepertinya masih jauh dari kata setara. Khusus untuk masalah komunikasi, gap itu terasa bukan main jauhnya.

Menteri komunikasi yang terdahulu pernah menyatakan “kalau internet cepat buat apa?” Ya, memang internet bukanlah segalanya, namun setidaknya dialah backbone komunikasi modern saat ini. Pernyataan ini mungkin sama dengan komentar sinis pengguna long bow atau crosbow di Eropa ketika musket pertama kali dikenalkan. Musket itu reloadnya lama, sulit dipakai, tidak fleksibel, dan bau mesiu. Long bow lebih praktis, dan tepat sasaran untuk dipakai di medan pertempuran. Namun, toh akhirnya musketlah yang membuat Eropa berjaya, apalagi ketika senjata itu dibawa ke Aztec dan Inca dimasa penjelajahan Spanyol.

Apa hubungannya internet dan musket? Bagi saya, mereka adalah sama-sama senjata yang berjaya di masanya. Dan merekalah yang menentukan sebuah bangsa akan berjaya atau tenggelam di dalam persaingan global yang sengit. Lalu, bagaimana jika internet di Indonesia sekarang ini? Sudah mahal, lemot, dan sulit dijangkau?

Dengan ranking kecepatan masih berada di 122 besar dunia, internet Indonesia masih jauh dari kata ideal. Kita berada jauh dari 3 kekuatan besar ASEAN lain seperti Thailand, Singapore, dan Malaysia. Dan jangan pula menuduh kalau biang keladinya adalah jumlah penduduk maupun geografi Indonesia. China dan India berada di atas kita, meskipun ya boleh dibilang India hanya menempati ranking 116, 6 ranking diatas kita.

Continue reading

Sekilas Tentang Europa Universalis IV Common Sense

Europa Universalis terkenal dengan game strategi yang mengedepankan tentang manajemen negara pada rentang waktu 1444 – 1821. Masa dimana Eropa sedang mencoba keluar dari Dark Ages menuju Renaisanse. Game ini menarik karena tingkat kedetailan dalam hal tata kelola sebuah negara dari mulai diplomasi sampai militer. Meskipun game ini tidak unggul dalam masalah grafis, namun semua itu tertutupi oleh gameplay yang menarik. Sebuah game yang membuat kita mampu merubah sejarah!

Dalam seri Europa Universalis IV, developer Paradox Interactive mencoba untuk menambahkan berbagai macam fitur menarik. Beberapa fitur tersebut antara lain penambahan custom nations, kita dapat membuat berbagai macam negara sesuai keinginan kita. Bahkan negara-negara di tempat kosong seperti Amerika Utara dan Selatan. Beberapa hal menarik lainnya misalnya conquest of paradise, dimana kita bisa membuat benua Amerika dalam bentuk yang random.

Untuk modifikasi terakhir, Europa Universalis IV memberi nama Common Sense. Common Sense membuat impian setiap pemain game strategi terwujud. Mereka memberikan fitur untuk mengupgrade karakteristik dari masing-masing provinsi. Misal provinsi Konstantinopel mempunyai basic Tax 5, Production 6, dan Manpower 7. Kita bisa melakukan development untuk masing-masing item tersebut sehingga sebuah provinsi di negara paling terbelakang sekalipun dapat menyaingi negara-negara maju.

Continue reading

Blog Bukanlah Paper Ilmiah

Saya kerap mendengar bahwa blog itu tidak layak digunakan sebagai referensi pada sebuah jurnal. Alasannya dari mulai tidak kompetennya penulis sampai dengan tulisan di blog dipenuhi dengan asumsi pribadi sang penulis. Tunggu dulu?! Komentar tersebut memang bukan sebuah kesalahan. Namun ada konteks dimana komentar itu sebenarnya berada pada tempat yang salah.

Pertama, blog memang bukan digunakan sebagai jurnal. Blog bertujuan sebagai sarana untuk menyalurkan pemikiran dari sang penulis. Bisa dalam bentuk kritik, sindiran, sekedar imajinasi, opini, atau ditambahi dengan sedikit bumbu-bumbu berita faktual. Jika ada blog yang menyajikan fakta ilmiah, maka itu adalah sebuah bonus dan bukan sebuah common sense.

Jadi, ketika anda menemukan sebuah artikel di blog, anda jangan langsung berasumsi bahwa tulisan itu merupakan sebuah fakta. Idealnya, blog memang tidak bertujuan untuk menuliskan sebuah runtutan cerita seperti ensiklopedia. Sehingga ia sama sekali tidak cocok untuk dijadikan rujukan penulisan karya ilmiah. Seseorang yang mencari rujukan untuk penelitian atau karya ilmiahnya dari blog, maka ia telah salah besar.

Continue reading

Sebuah Game dan Fantasi

Permainan atau yang sekarang sering kita sebut dengan game, sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Bidak-bidak catur dari kayu, batu, atau tulang yang diukir telah ditemukan di seantero peradaban dunia. Selain catur, banyak sekali permainan-permainan jenis lain yang diketemukan seperti kartu, boneka, ataupun miniatur-miniatur.

Anindita Chess

Dengan datangnya dunia digital, game naik ke sebuah level yang jauh lebih tinggi. Mulai dari bentuk tetris hitam putih hingga sekarang muncul simulasi-simulasi 3D yang indah. Berlatar belakang pembangunan kota, first person shooting, simulasi perang jaman romawi, hingga membangun sebuah keluarga. Bisa dikatakan, hampir tidak ada aturan baku lagi dalam membuat dan bahkan memainkan sebuah game. Jika ketika kita bermain catur, maka ada aturan bidak prajurit hanya bisa maju satu langkah atau kuda yang lompat dengan bentuk L. Tapi di game modern, tiap game mempunyai aturan yang sangat berbeda antara satu dengan yang lain.

Banyak sekali orang yang menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya untuk bermain game. Beberapa diantaranya melakukan untuk sekedar mencari hiburan atau melepas penat. Namun tidak jarang yang bermain game demi muaskan fantasinya.

Continue reading

Melirik Singapore Yang Bersih, Nyaman, Rapi, Namun… (2)

(Lanjutan dari bagian 1…) Setelah sopir taksi, pelayan restoran, dan pembersih bendara yang kebanyakan adalah orang-orang tua. Satu hal yang mungkin tidak ditemui di Indonesia lainnya adalah, gerai seven eleven yang kecil. Entah kebetulan atau apa, namun saya sama sekali tidak pernah menemui gerai seven eleven yang besar dengan WIFI dan tempat nongkrongnya. Salah satu gerai tersebut tepat berada di samping hotel, sebuah gerai kecil yang bahkan antara tempat makanan dan kasir dibagi jadi dua bagian.

Singapore Skyline Anindita Saktiaji

Pada hari pertama training, butuh waktu lama untuk menemukan Kallang Avenue. Daerah itu bahkan masih kosong di google maps. Dan ketika kami sampaipun, gedung di sana masih nampak baru dan masih sedikit sekali mempunyai tenant. Training berlangsung dengan baik, pengajarnya seorang berkembangsaan Amerika dengan nama Matthew Colona, namanya menggingatkanku dengan nama mobil.

Aku kira training di Singapura mirip dengan traning di Indonesia. Apa yang ada di benaku dan mungkin banyak orang lainnya adalah, makanan melimpah, snack, minuman gratis, dan lain sebagainya. Akan tetapi, kali ini aku harus kecewa karena segala fasilitas itu tidak pernah ada. Jangankan snack di kala break, makan siangpun tidak ada! Kami harus mencari makan sendiri di kantin-kantin gedung.

Rasa makanannya cukup enak, hanya saja saya binggung dengan kebiasaan orang disini. Sebagian besar orang makan tanpa menggunakan minum. Bahkan tidak untuk sekedar teh ataupun air putih. Saya baru sadar ketika melihat struk pembelian makan siang yang ada di tanganku, harga minum untuk segelas teh adalah $ 2.5, atau nyaris 24 ribu rupiah. Cukup mahal untuk ukuran teh hangat yang rasanya biasa-biasa saja. Tidak heran jika orang sana lebih memilih makan sambil tersedak-sedak daripada harus membeli minuman yang tidak setara harganya.

Continue reading

Pendahuluan IT Service Management

Information Technology Service Management (ITSM) adalah implementasi dan manajemen servis teknologi informasi sehingga sesuai dengan kebutuhan bisnis. Bisnis di sini dapat berupa instansi, perusahaan,  maupun lembaga.

ITSM Logo

ITSM Logo

Menurut ITSM Forum tahun 2002, ITSM mempunyai tujuan  “Providers of IT services can no longer afford to focus on technology and their internal organization,  they now have to consider the quality of the services they provide and focus on the relationship with customers.”

ITSM mempunyai 4 attribut atau perspektif yang harus diperhatikan. Empat attribut atau perspektif itu antara lain sebagai berikut:

  • Partners/Suppliers – Perspektif partners/suppliers memperhitungkan pentingnya partner, mitra, pihak ketiga, atau vendor dan hubungan dengan supplier/pemasok external demi membangun kontribusi yang positif pada layanan. Di dalam ITSM, pemilihan partner yang baik adalah sebuah mandatory yang wajib dilakukan. Apalagi jika IT yang dibagun sendiri adalah IT dengan basis luas dan kompleks. Kerjasama dengan pihak lain mutlak dilakukan baik dalam kesedian perangkat, kesediaan SLA, maupun disposal perangkat.
  • People – Perspektif people berkaitan dengan bagaimana mengelola sumber daya manusia seperti staf TI, pelanggan, dan stakeholder lainnya guna memenuhi kebutuhan layanan IT. Meskipun IT identik dengan otomasisasi, namun kebutuhan operator untuk melakukan maintenance sistem IT masih sangat penting untuk dilakukan.
  • Product/Technology – Perspektif product/technology fokus pada memperhitungkan teknologi yang digunakan, perangkat keras & perangkat lunak, anggaran dan infrastruktur layanan IT. Pemilihan teknologi dan produk haruslah tepat guna. Tidak terlalu berlebihan dan tidak terlalu minimalis. Karena produk yang digunakan terlalu berlebihan biasa akan berakibat pada  membengkaknya anggaran. Sementara produk atau teknologi yang minimalis akan berakibat pada besarnya resiko kegagalan proses bisnis. Contoh sederhananya adalah, jika sebuah perusahaan menginginkan sebuah software pengolah kata yang sederhana tanpa perlu tambahan pengolahan data yang lebih. Maka cukup lakukan pembelian Microsoft Office versi standar.
  • Process – Perspektif process berkaitan dengan menjaga proses layanan agar dapat disampaikan kepada pengguna sesuai dengan aliran proses yang telah direncanakan sehingga dapat memuaskan pelanggan.

Pada implementasinya, ITSM dapat menggunakan beberapa framework yang ada. Framework2 itu mempunyai beberapa kekurangan dan kelebihan mereka masing-masing. Beberapa framework yang umum antara lain: ITIL (Information Technology Information Library), OpenSDLC.org, CoPr atau copper, MOF 4, dan FITS. Namun secara umum, ITIL adalah salah satu framework yang paling sering dipakai karena fleksibilitas dan kejelasan proses yang ada di dalamnya.

Continue reading