Benarkah Alam Semesta Berbentuk Sangkakala?

Beberapa waktu yang lalu, masyarakat dihebohkan dengan fenomena munculnya suara terompet di berbagai tempat. Suara itu datang seolah-olah berasal dari langit dan bunyinya cukup nyaring untuk didengarkan. Para ahli masih berdebat mengenai sumber dari suara itu. Ada yang mengatakan kalau suara terompet itu berasal dari pergerakan angin. Ada pula yang mengatakan kalau suara itu berasal dari dalam perut bumi, terjadi karena pergerakan lempeng tektonik.

Big Bang Evolution

Masyarakat awam mempunyai banyak teori yang mereka hasilkan sendiri. Ada yang menyebutkan suara itu berasal dari UFO, Atlantis, atau berhubungan dengan keagamaan dan keyakinan. Salah satunya adalah pendapat bahwa suara itu berasal dari terompet Israfil. Di dalam Al Quran dan Hadist, disebutkan bahwa di akhir jaman, alam semesta akan hancur dan semua itu ditandai dengan ditiupnya terompet Israfil.

Beberapa orang yang percaya akan teori tersebut menggunggah sebuah bagan yang dibuat oleh NASA. Bagan atau lebih tepatnya infografik itu menampilkan bentuk alam semesta yang awalnya kecil satu titik kemudian membesar sehingga menyerupai tuba atau terompet atau dapat juga dikatakan sangkakala. Jadi, apakah benar NASA sudah menemukan bukti jika terompet Israfil itu benar-benar ada, dan alam semesta memang mempunyai bentuk seperti itu?

Continue reading

Timur Tengah Yang Tercerai Berai Akibat Konflik Mesir

Timur Tengah sedang bergejolak, api konflik membara dari ujung Tunisia hingga Syam. Negeri-negeri yang terpisah oleh gurun yang menyengat, namun disatukan oleh kepercayaan dan bahasa kini tengah menghadapi ujian yang kompleks. Mesir, negeri para Firaun dan Piramid adalah salah satu yang terkena imbasnya. Pada tahun 2010 lalu, demo besar-besaran telah berhasil menumbangkan rezim Husni Mubarak yang telah memimpin negara itu selama puluhan tahun. Pemilu (yang disebut demokratis pertama di negara itu) pun digelar, hasilnya seorang pemimpin bernama Muhammad Mursi tampil ke tampuk kekuasaan. Namun ternyata, perjalanan tidak semulus yang diinginkan.

Konflik Mesir

Sejarah mengajarkan bahwa sebuah revolusi, tidak selalu berakhir dengan kisah bahagia. Revolusi Perancis yang bertujuan membangun sebuah republik dari untuk dan oleh rakyat justru menghasilkan terror berkepanjangan yang berujung pada didirikannya kembali monarki Napoleonik. Kita patut bersyukur karena revolusi di Indonesia yang berhasil menumbangkan rezim orde baru berakhir dengan damai. Sayang sekali, revolusi Mesir di tahun 2010 tidak (atau belum) berakhir dengan indah.

Setelah setahun berkuasa dan menjalankan kebijakannya (yang sedikit banyak) pro terhadap Islam, Mursi yang berasal dari Ikhwanul Muslimin harus menelan pil pahit. Sekelompok masa yang didukung oleh militer mencoba untuk merongrong kekuasaannya. Massa yang disebut-sebut mewakili mayoritas suara rakyat itu mengkritisi kebijakan pemerintah yang dirasa terlalu memikirkan tentang kebijakan syariat ketimbang memperbaiki kondisi ekonomi yang masih carut-marut. Militer yang dimotori oleh Jendral Abdul Fattah Al Sisi mencoba untuk mengambil alih kekuasaan atau dengan kata lain melalukan Coup De Etat.

Jendral As Sisi yang sebelumnya adalah Menteri Pertahanan kabinet Mursi mengambil alih pemerintahan pada Juli 2013. Pengambil alihan yang semula berjalan dengan begitu mudah itu nyatanya harus berujung pada sebuah konflik internal yang berkepanjangan. Para pendukung Mursi, yang awalnya hanya berkisar pada seputaran simpatisan Ikhwanul Muslimin, mulai turun ke jalan untuk menyatakan protesnya. Mereka mengatakan bahwa Pemerintahan Al Sisi telah mengkudeta pemerintahan yang sah hasil pemilu.

Continue reading

Idul Fitri dan Kemenangan Umat Islam

Bulan Ramadhan 1434H telah terlewati, gegap gempita suasana lebaran, ied mubaraq berkumandang di mana-mana. Gema takbir tanda kemenangan umat terlantun sahut menyahut dari masjid ke masjid. jalan-jalan dipenuhi dengan hiruk pikuk manusia yang bertakbir, menggumandangkan kebesaran Allah “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!”.

Eid Mubarak

Paginya, manusia berbondong-bondong untuk pergi ke lapangan. Menunaikan shalat ied yang hanya dilaksanakan sekali dalam setahun. Tradisi maaf memaafkan berlangsung dengan indah. Meskipun tradisi itu sekiranya hanya ada di Indonesia, dan beberapa gelintir negara lainnya. Sungguh, terkadang kita berpikir bahwa kemenangan memang telah kita raih. Kemenangan akan hawa nafsu, kemenangan akan angkara murka, dan kemenangan antara surga neraka.

Namun ketika kita melihat berbagai perselisihan yang masih menggerogoti umat Islam, sudah selayaknya kita melakukan refleksi diri. Jalan kemenangan umat ini masih sangatlah panjang. Umat Islam masih belum mampu untuk bersatu, lebih-lebih untuk sekedar menyeleraskan pikiran, kita bahkan saling menuding dan menghujat antara satu golongan dengan golongan yang lain.

Continue reading

Definisi Tuhan

Tuhan, Allah, bagaimana kita mendeskripsikannya? Apakaha pikiran kita mampu untuk memahaminya, ataukah manusia terlalu kecil sehingga kita tidak mampu sama sekali untuk menggapainya. Barangkali telah ratusan atau bahkan ribuan tulisan manusia mencoba untuk mendeskripsikan bagaimana Allah itu sebenarnya,

“Segala puji bagi Allah yang mengetahui semua hal yang tersembunyi, dan menunjukkan kepada-Nya segala hal yang tampak. Mata terhalang dari melihat-Nya tetapi mata yang tidak melihat-Nya tak dapat menyangkal-Nya, sedangkan pikiran yang mengukuhkan maujud-Nya tak dapat melihat-Nya. Dia demikian tinggi daripada-Nya sementara dalam kedekatan. Dia dari segala ciptaan-Nya, tetapi ketinggiannya tidak menjauhkan-Nya dari segala ciptaan-Nya, tidak pula kedekatan-Nya, tetapi Diapun tidak mencegah pikiran manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang hakiki tentang Dia. 

Tanda-tanda keberadaan memberikan kesaksian kepada-Nya sampai-sampai pikiran yang menolakpun memercayai-Nya. Mahatinggi Allah di atas segala yang digambarkan oleh orang-orang yang menyerupakan Dia dengan sesuatu, atau yang menyangkal dia.”

Continue reading

Ramadhan Sebagai Akhir Konflik Tak Berkesudahan

Ramadhan adalah bulan yang mulia, pintu surga dibuka selebar-lebarnya sedangkan pintu neraka ditutup serapat mungkin. Pahala dan kebaikan dilipatgandakan sedangkan keburukan dipersempit. Waktu dimana setiap doa akan didengarkan dan (jika mungkin) dikabulkan. Namun benarkah seperti itu, lalu mengapa waktu sekarang ini di Syiria dan Mesir masih ada konflik yang tidak kunjung selesai?

ramadhan

Manusia diciptakan untuk mempunyai sifat mereka masing-masing dimana ketika manusia satu dan yang lain bertemu akan menimbulkan gesekan yang mungkin tidak perlu. Perbedaan pendapat memang wajar dan selayaknya terjadi, namun terkadang perbedaan itu akan merembet menjadi serentetan pertumpahan darah yang tidak berkesudahan. Atau pada dasarnya kita memang suka untuk saling berselisih paham? Menuduh bahwa orang lain salah sedangkan kitalah yang paling benar, menyatakan bahwa orang lain telah sesat dan kita yang berada di jalan yang benar, menghakimi bahwa orang lain kafir sedangkan hanya kita yang beriman?

Manusia diciptakan dengan akal, di satu sisi, hal tersebut adalah sebuah kelebihan yang patut untuk dibanggakan, namun di sisi lain, hal itu tidak lebih dari sebuah kesia-siaan. Akal yang ada di dalam otak kita akan menjadi sebuah pedang yang tajam, membunuh saudara-saudara dan bahkan keluarga kita sendiri. Lalu apa kegunaan dari mempunyai akal? Apakah sebuah akal hanya akan membawa kesengsaraan dan penderitaan yang panjang. Atau sebaiknya akal digunakan untuk memperbaiki hidup kita, agar kelak kita dikenal sebagai moyang-moyang yang mulia.

Continue reading

Democracy And Caliphate: Is there a difference?

This is not my original works, a man name Muhammad Hassan do it on notes facebook. I think that his writing about Islam and Democracy is very interesting, so i want to share it here. He writes:

In recent years, as a result of social unrest and economic stagnation, the idea has taken hold that we need an Islamic Caliphate in place of this so called “Demoncracy”. And always, the question comes to mind, what is the difference between the two?!

Upon the death of Hazrat Ali, the nature of the Caliphate changed completely; from then till its end in 1924, the Caliphate was a synonym for Kingdom and the Caliphs, for all intents and purposes were kings. It is abundantly clear however that the Caliphate as it is meant to be, the Caliphate as it was during the time of the Rightly-Guided Caliphs is just another name for Presidential Democracy with the addition of religion into the mix.

At the head of the Caliphate was of course the Caliph, who was elected by the people. Case in point is Hazrat Abu Bakr who was unanimously elected by the people of Medina. So here we have a democratically elected Caliph at the head of the government who is required to act within a framework of rules, the Shariat, the Islamic Constitution. Note the resemblance to the modern day President of the United States who is the head of the government and bound to abide by the Constitution of the United States.

Continue reading

Misteri Angka Di Dalam Al Quran Dikutip Dari Islam Qiblati

Seiring berjalannya waktu, banyak sekali fakta-fakta unik yang ditemukan di dalam kitab suci. Fakta-fakta tersebut seperti menyatakan kembali bahwa pemikiran manusia tentang agama yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan adalah sebuah kesalahan yang besar.

Berikut ini saya sedikit menyajikan sebuah artikel unik yang diambil dari Majalah Islam Qiblati. Sebuah majalah yang menyajikan informasi-informasi menarik tentang Islam dan dunianya. Berikut adalah sebuah data yang diambil dari seorang ilmuwan bernama Dr. Tariq Al Swaidan mengenai angka-angka tersembunyi yang beliau temukan di dalam Al Quran. Kutipannya kurang lebih sebagai berukut sebagai berikut.

Sungguh menarik data yang dikemukakan oleh Dr. Tariq Al Swaidan, beliau menemukan sejumlah versi di dalam Al Quran yg menyebutkan satu persoalan yang sama dengan yang lainnya, misalnya laki2 sama denga wanita. Meskipun hal ini dipandang dari tata bahasa, namun fakta yang menakjubkan adalah bahwa kata laki2 dalam al-quran disebutkan sebanyak 24 kali dan wanita juga disebutkan 24 kali. Susunan kata ini tidak hanya benar dalam nilai struktur bahasa, tapi juga menunjukkan kebenaran secara matematik, misal 24=24.

Berdasarkan analisis lebih mendalam dari beberapa versi, bahwa kejadian ini terlihat konsisten pada keseluruhan al-quran. Lihatlah bukti yg menakjubkan dari jumlah kata2 dalam al-quran (versi bhs arab) berikut ini:1. Dunia (kehidupan sekarang) disebutkan 115 kali. Akhirat( kehidupan setelah dunia ini) disebutkan 115 kali.
2. Malaikat 88 kali, syaitan 88 kali.
3. Kehidupan 145 kali, kematian 145 kali.
4. Kebaikan/manfaat 50 kali, jahat 50 kali.
5. Orang2 50 kali, nabi 50 kali.
6. Iblis(raja syaitan) 11 kali, menyelamatkan diri dari iblis 11 kali.
7. Musibah (bencana) 75 kali, syukur 75 kali.
8. Shodaqoh 75 kali, kepuasan 75 kali.
9. Orang2 yg tersesat 17 kali, syuhada 17 kali.
10. Muslimin 41 kali, jihad 41 kali.
11. Emas 8 kali, kehidupan yg mudah 8 kali.
12. Sihir 60 kali, fitnah 60 kali.
13. Zakat 32 kali, barokah 32 kali.
14. Pikiran 39 kali, cahaya 39 kali.
15. Lidah 25 kali, khotbah 25 kali.